Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Produk Bank Syariah di Indonesia

 Produk dan jasa keuangan syariah yang ditawarkan bank syariah di Indonesia cukup
 bervariasi, tetapi tidak sebanyak produk dan jasa keuangan syariah di Malaysia. Produk
 dan   jasa  tersebut  meliputi  produk  dan   jasa  untuk  pendanaan,   pembiayaan,    jasa
 produk, jasa operasional, dan jasa investasi.


  1. Pendanaan

 Produk    pendanaan    yang   ditawarkan   perbankan   syariah  Indonesia   tidak  berbeda
 dengan produk pendanaan bank syariah pada umumnya yang meliputi giro, tabungan,
 investasi  umum,    investasi  khusus,  dan  obligasi.  Akad-akad   yang  digunakan    juga
 merupakan     akad-akad   yang   biasa  diterapkan   untuk  produk   yang   bersangkutan.
 Produk-produk pendanaan dan akad yang digunakan di Indonesia dapat dibaca pada
 tabel 54.




2. Pembiayaan

 Produk-produk pembiayaan yang ditawarkan oleh perbankan syariah Indonesia cukup
 banyak dan bervariasi untuk memenuhi kebutuhan usaha maupun pribadi. Akad yang
 digunakan   oleh   produk-produk   pembiayaan   ini   sebagian   besar   menggunakan   akad
 Murabahah,      diikuti Mudharabah     dan  Musyarakah.      Akad  Salam    digunakan    untuk
 pembiayaan pertanian, sedangkan Istishna digunakan untuk pembiayaan pemesanan
 barang-barang   manufaktur.   Produk-produk   pembiayaan   dan   akad   yang   digunakan
 perbankan syariah di Indonesia dapat dibaca pada tabel 55.

3. Jasa Perbankan

 a. Jasa Produk

 Jasa   produk   yang   ditawarkan   oleh   perbankan   syariah   Indonesia   cukup   banyak   dan
 bervariasi   untuk    memenuhi      kebutuhan     usaha   maupun      pribadi,  baik   untuk   urusan
 dalam   negeri   maupun   luar   negeri.   Jasa   produk   yang   ditawarkan   perbankan   syariah
 Indonesia     pada    dasarnya    tidak   berbeda     dengan     jasa   produk    yang    ditawarkan
 perbankan konvensional, tetapi dengan menggunakan akad-akad Syariah. Akad yang
 digunakan oleh jasa produk ini sebagian besar menggunakan akad Ujr, Wakalah, dan
 Kafalah. Jasa produk dan akad yang digunakan perbankan syariah di Indonesia dapat
 dibaca pada tabel 56.

b. Jasa Operasional

 Jasa operasional yang ditawarkan oleh perbankan syariah Indonesia cukup banyak dan
 bervariasi untuk memenuhi kebutuhan usaha maupun pribadi. Jasa operasional yang ditawarkan   perbankan   syariah   Indonesia   pada   dasarnya   tidak   berbeda   dengan   jasa
 produk     yang   ditawarkan    perbankan     konvensional,     tetapi  dengan    meenggunakan
 akad-akad      Syariah.   Akad    yang   digunakan     oleh   produk-produk      pembiayaan      ini
 sebagian     besar   menggunakan       akad   Wakalah.     Jasa   operasional    dan   akad    yang
 digunakan perbankan syariah di Indonesia dapat dibaca pada tabel 57.

c. Jasa Investasi

 Jasa investasi merupakan bentuk pelayanan  khas yang ditawarkan bank syariah. Jasa
 investasi   yang   ditawarkan    oleh   perbankan   syariah    Indonesia   baru   ada   dua,  yaitu
 investasi   khusus   dan   reksadana.   Akad   yang  digunakan   oleh   jasa   investasi   semuanya
 menggunakan        akad   Mudharabah        Muqayyadah.       Jasa   investasi  dan    akad    yang
 digunakan perbankan syariah di Indonesia dapat dibaca pada tabel 58.
4. Instrumen Keuangan Syariah

 Instrumen     keuangan     syariah  yang   tersedia   di  perbankan    syariah  Indonesia    bukan
 merupakan       produk-produk      yang    ditawarkan     bank   syariah   kepada     nasabahnya,
 melainkan   hanya   merupakan   instrumen   keuangan   yang   dimanfaatkan   bank   syariah
 untuk   manajemen   likuiditasnya   untuk   sementara   dan   berjangka   pendek.   Instrumen
 yang   tersedia   ada   dua,   yaitu   sertifikat   investasi  mudharabah   antarbank   (SIMA)   dan
 sertifikat wadiah Bank Indonesia (SWBI). SIMA merupakan instrumen keuangan syariah
 yang   diperjualbelikan   di   pasar   uang   antarbank   syariah   (PUAS)   yang   dikeluarkan   oleh
 bank syariah yang kekurangan likuiditas. Sementara itu, SWBI merupakan fasilitas yang
 disediakan    oleh   Bank   Indonesia    untuk    bank   syariah   yang   mempunyai      kelebihan
 likuidtas sementara. Instrumen-instrumen keuangan syariah dan akad yang digunakan
 di perbankan syariah Indonesia dapat dibaca pada tabel 59.

 
»»  READMORE...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Komentar artikel SME Indonesia 'Optimalisasi Media Sosial dalam Wirausaha'


Assalamu'alaikum...

Setelah saya melihat-lihat beberapa artikel yang ada di SME Indonesia ini, saya tertarik untuk berkomentar sedikit tentang salah satu artikel yang berjudul Optimalisasi Media Sosial dalam Wirausaha

Zaman sekarang ini merupakan zaman yang segala suatu itu sudah memakai teknologi canggih. Perputaran informasi saat ini pun terjadi sangat cepat, tidak perlu bersusah payah, hanya dengan sekali klik, semua hal atau informasi yang kita inginkan sudah terjadi di hadapan kita(dengan menggunakan teknologi canggih pastinya). Sejalan dengan perkembangan teknologi komunikasi tersebut, bermunculan pula situs-situs jejaring sosial di internet. Peminat sosial media tersebut ternyata sangat banyak dari berbagai kalangan dan lapisan masyarakat.
Bagi para pengusaha, fenomena seperti sekarang ini tidak boleh disia-siakan, jumlah peminat sosial media itu dapat kita jadikan sasaran promosi dan tempat memasarkan produk kita. Selain itu, promosi di jejaring sosial ini tidak dipungut biaya alias gratis..tis..tis..hehehe
apa anda tidak tertarik untuk mencobanya??


Selamat mencoba...
»»  READMORE...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Labuan: A Niche in the Islamic Money Market

The 87-square-kilometre island of labuan (population around 60.000), off the coast of Sabah, is geographically placed at the epicentre of Asia pacific region. Major bank in Labuan include Standard Chartered Bank, Hongkong and Shanghai Banking Corp Ltd, bank of Tokyo-Mitsubishi Ltd, Fuji Bank Ltd, BNP Paribas, Dresdner Bank AG and Deutsche Bank AG. Local players include Arab-malaysian Merchant bank bhd, Public Bank Ltd, Maybank International Ltd, RHB bank Ltd, Danaharta Managers Ltd, Bumiputra-Commerce Bank Ltd, Schroders Malaisia Bhd, Citibank Malaysia Ltd, AMMB International Ltd, Bank Ilam Ltd, and JP Morgan Malaysia Ltd.

  1. Role of Labuan Financial Services Authority
The Labuan Financial Services Authority (LOFSA) which was established in 1996, is the single regulatory authority in Labuan, with responsibility for spearheading and co-coordinating the development of the island's offshhore industry.
Labuan does havevits own set of offshore legislation. Beginning in 1990, the Federal Government enacted a number of statutes with the aim of promoting Labuan as an IOFC:
  • Offshore Companies Act, 1990
  • Labuan Offshore Business Activity Tax Act, 1990
  • Offshore Banking Act, 1990
  • Offshore Insurance Act, 1990
  • Labuan Trust Companies Act, 1990
  • Labuan Offshore Trust Act, 1996
  • Labuan Offshore Limited Partnershipo Act, 1997
  • Labuan Offshore Securities Industry Act, 1998

2. Labuan Offshore Companies

The Labuan Offshore Companies Act, 1990 allow the incorporation of an offshore company (LOC) or registration of an existing foreign company (i.e. company incorporate outside Malaysia) with no prior government approval, except in the case of offshore banking, insurance and mutual fund companies where licenses under the applicable regulatory environment are required.

3. Currency and Exchange Control

The offshore transactions carried out in Labuan must be in any currency other than Malaysian Ringgit except for defraying any administrative and statutory expenses and certain allowable investments in Malaysian domestic companies.

4. Tax Incentives

Labuan offshore entities are exempted from withholding tax, stamp duty and any indirect tax such as sales tax, import duties, surtax, excise duties and export duties.

5. Labuan International Financial Exchange

The establishment of the Labuan International Financial Exchange(LFX) is expected to further promote Labuan as a significant financial centre.
The proposed activities of the LFX will include:
  • Banking and investment banking
  • Money broking
  • Trusts
  • Leasing and factoring business
  • Fund management
  • Insurance and reinsurance and other insurance-related activities
  • Management company
  • Islamic financial services and instrument
6.  Moving Forward with Islamic Banking

The international Islamic Financial Market(IIFM) began operations in April 2002, arising from a coorporative agreement between the Islamic Development Bank, Bahrain Monetary Agency, the central Bank of Indonesia, the LOFSA (representing Malaysia), the Central Bank of Sudan and Ministry of Finance of Brunei Darussalam.
The roles of the IIFM are as follows:
  • To promote the harmonisation and convergence of Shari'ah interpretations in developing Islamic banking product and practices which are universally acceptable.
  • To Encourage a large number of Islamic financial institutions to participate in the market by introducing a wide range of Shari'ah-compliant product and the creation of an active secondary market thus providing liquidity to the instruments traded in the market.
»»  READMORE...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bab 4 (bagian kedua setelah Perdana Erianda)

Bagaimana Subsidi Kredit Mencegah Keuangan Mikro Menjadi Berkelanjutan

Tahun 1960an, pandangan mengenai pembiayaan pedesaan cenderung mencerminkan pergeseran dalam pemikiran ekonomi yang menjauh dari model perencanaan dan mendekati ekonomi mikro. Penekanan dilakukan  pada analisis politik ekonomi dan dan le,baga dimana proses pembangunan tertuang dan atas mana hasil diandalkan. Subsidi kredit saat ini diteliti dalam konteks yang cukup berbeda ini.

Pada tahun 1968 D.H. Penny (1983. Hal 58 dikutip dari Penny 1968) menggunakan data beberapa desa Indonesia untuk menguji hipotesa bahwa “kredit murah tidak mungkin mendorong pertumbuhan dengan berguna” Ia mempelajari delapan desa di Sumatera Utara pada berbagai tingkat pengembangan pertanian dan menyimpulkan bahwa persediaan-mendorong pembiayaan program subsidi kredit adalah kurang efektif dalam mendorong pertumbuhan pertanian dan mendatangkan kerugian. Penny (1983, hal. 65-66) beranggapan bahwa ”Kebanyakan petani tidak usah disuap dengan kredit murah untuk menganut inovasi menguntungkan apabila ada pasar yang memuaskan untuk mendatangkan hasil tambahan.”


Menjelang akhir tahun 1960an dan 1970an muncul pandanagan baru melalui karya Dale W Adams, F.J.A. Bouman, Gordon Donald, Claudio Gonzalez-Vega, Douglas H. Graham, David H. Penny, Robert C. Vogel, J.d. Von Pischke, dan lain-lain. Karena pandangan mereka mulai mempengaruhi studi program studi pedesaan di negara berkembang, bukti makin banyak bahwa subsidi kredit pedesaan adalah tidak efektif dan tidak efisien dan bahwa mereka tidak mempromosikan permodalan. Beberapa alasan untuk itu dibahas di bawah.



  1. Pada umumnya program subsidi skala besar tidak terjangkau rumah tangga berpenghasilan rendah. Karena Kendala modal, subsidi kredit dijatah secara efektif.
  2. Program subsidi kredit, terutama di lembaga milik pemerintah, sering kali mengandung tingkat bayar yang tinggi. Program subsidi kredit secara luas dikenal mengalami tingkat gagal bayar yang tinggi(World Bank 1984a). Kelemahan ini terutama semakin luas dalam program subsidi kredit pedesaan di banyak lembaga keuangan milik pemerintah. Ini sebagian Karena debitur cenderung adalah tokoh setempat yang berpengaruh(daripada orang miskin) dank arena pemberian kredit seringkali dilihat sebagai hak politik daripada transaksi bisnis, instrument kredit kurang mengutamakan penagihan dan biasanya tidak menyita agunan terjadi gagal bayar.
  3. Subsidi kredit, disalurkan ke elit lokal, untuk membeli dukungan politik bagi pemerintah – dan begitu ditawarkan sukar untuk dicabut. Perbedaan antara kredit sebagai masukan peranian(agriculturak input) dan kredit sebagai pembiayaan dipahami dengan baik oleh debitur di seluruh dunia – jika tak selalu oleh kreditur mereka. Satu contoh dari Zimbabwe menyediakan gambaran bagaimana program kredit mikro yang di politiasi, dimodali dan diatur langsung oleh pemerintah, dapat secara cepat gagal secara keuangan – meskipun bisa mencapai tujuan politisnya(Fidler 1996b). Pada tahun 1992 pemerintah Zimbabwe membentuk Social Development Fund yaitu dana kredit bergulir sebesar $14 juta bagi usaha kecil dan mikro. Kredir di berikan dengan subsidi suku bunga  10 persen per tahun(ketika inflasi dua kali lebih tinggi). Dana tersebut dimasukkan untuk menduduk miskin Zimbabwe yang aktid secara ekonomi. Namun demikian, kenyataannya kredit ini lebih berupa suap politik daripada instrumen keuangan dan masih ada beberapa contoh kasus lainnya.
  4. Debitur menangung biaya transaksi tinggi. Lembaga penyedia subsidi kredit biasanya membebani prosedur yang memakan waktu dan tidak praktis yang menyebabkan biaya trasportasi tinggi untuk debitur dan biaya kehilangan peluang dari waktu tunggu debitur. Disamping itu, karyawan lembaga yang menyediakan subsidi kredit di bawah harga pasar seringkali mengharuskan adanya uang suap dari calon debitur.
  5. Produk kredit tidak sesuai untuk kebutuhan debitur. Produk kredit dalam program subsidi kredit biasanya ditentukan secara ketat; tujuan, jumlah, dan jangka waktu kredit ditetapkan tanpa atau hanya sedikit mempertimbangkan kebutuhan debitur dan arus penghasilan.
  6. Waktu karyawan bank digunakan secara kurang produktif. Karyawan bank dalam program subsidi kredit biasanya menghabiskan waktu mereka secara kurang produktif. Misalnya, mereka mungkin gagal memantau tujuan penggunaan kredit – yang tidak dapat dipantaunya secara efektif karena kredit adalah fungiable.
  7. Subsidi kredit mencegah pengembangan lembaga keuangan secara berkelanjutan. Prorgam subsidi kredit skala besar menekan, dengan cara apapun, pengembangan intermediasi keuangan berkalanjutan di tingkat lokal. Rendahnya suku bunga program subsidi kredit mencegah mobilisasi simpanan, pemberian kredit mikro, atau keduanya. Sebaliknya, lembaga keuangan mikro yang berkelanjutan dengan jangkauan luas biasanya menawarkan kedua jenis pelayanan dan bertindak sebagai perantara keuangan.
»»  READMORE...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

MANTRA PENGKLEPEK WANITA


Bisikkanlah ini dengan wajah
yang sesendu mungkin kepada
wanitamu:

"Banyak wanita yang cantik, tapi
yang hanya cantik. Engkau lain, kecantikanmu
berasal dari langit, yang tak
lazim bagi dunia.
Kecantikanmu berpendar
mengindahkan hidupku."

Kalau kemudian dia berteriak- teriak liar mengatakan engkau
sedang berbohong, katakanlah
dengan kesedihan yang
tertahan di wajah polosmu:

"Hmhh … jika aku berbohong,
Tuhan tahu ini adalah kebohongan terpercaya yang
terlahir dari kejujuran yang
penuh cinta …"

Jika dia berlari-lari nggelibet
menabrak-nabrak perabot
sambil menggombal- gombalimu, menunduklah sayu
dan katakanlah seperti engkau
berbisik kepada jiwamu sendiri


"Cintaku kepadamu terlalu indah
untuk dirusak oleh kebohongan. Ketahuilah, bahwa bagiku …
Saying I love you, is the same as
saying I live for you.
Aku hidup untukmu, karena
tanpamu … aku sebaik tiada."


Tenangkanlah dirimu saat dia menjambak-jambak rambutnya
sendiri, dan jatuh bangun dari
pingsan berseri …
Lalu lontarkanlah pandanganmu
jauh ke arah mentari tenggelam,
seperti jiwamu telah merambah ke tepian cakrawala …

————————

Cobalah untuk tidak tersenyum
selama engkau mengatakan ini
semua.

————————

sumber : Pak Mario Teguh
»»  READMORE...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Session 4 : Product

 Assalamu'alaikum wr. wb.

A financial institution provides financial services such as saving accounts, mortagages, consumer credit, insurance, loans for funding a bussines ang money transfer. The practice of adding more financial services from the supply side, such as insurance, is a common trend among financial institutions worldwide and comes from the different and increasing needs of these kind of services by their clients. This trend is also helped by technological innovations that are reducing costs for almost all kinds of financial products, allowing more and more people to use them and the industry to meet every time in a better way the demand of their clients. Transferring money between different continents has become easy and fast, different kinds of insurances such as life, cattle or weather risk are widely available in industrialized countries. This is the situation in these countries but is it true also in developing countries? Can low income people access these financial services?

Products delivered by MFIs are many and include loans, savings, insurance and money transfer. Non financial products such as training or consulting are also often delivered by microfinance institutions. This session analyses the main features of these products. Loans, and increasingly savings, constitute the main products actually offered by MFIs but as the industry matures additional products have been intr duced by many institutions.

4.1 Loans

The success of many MFIs can be identified in their ability to combine successful practices from the informal sector (moneylenders) into formal institutions. These include flexibility, fast access to funds, clear and easy conditions. The extraordinary success of microcredit comes from its ability to replicate some of these features from moneylenders into more “formal” financial institutions lowering the interest rates applied. These interest rates still remain much higher compared to traditional banking loans due to the higher administrative costs of managing many small loans instead of fewer with larger amounts. However, what is important is to give access to credit to people who otherwise would be excluded from the formal financial system at interest
rates that are much lower compared to the interest applied by the competitors, that for this market segment are the moneylenders.

The specific features that microfinance institutions should implement to deliver valuable services for their clients are listed below. These characteristics are met quite well by moneylenders giving them a competitive advantage. But MFIs that have been able to include these features into their credit services successfully replicated this competitive advantage.

1. Fast access
Rapid loan approval and fast disbursement is crucial for clients and it is often the main reason why many people deal with moneylenders even at very high interest rates.

2. Clear, easy and flexible conditions
It is important to provide the credit service at convenient conditions for the clients. Transaction costs, which include transportation costs (to pay the instalments or get the money) or time away of work, throughout the life of the loan must be kept low. Loans should also not be strictly linked to a specific purpose. MFIs should monitor the income streams of their clients but with a certain level of tolerance as restricting the possible use of funds will not allow microentrepreneurs to have the necessary flexibility in the use of the money received and thus interfere with the microbusiness development.

3. Permanent services
Credit services must be provided on an ongoing basis, not only for a limited period of time. The lack of this requirement is the main shortfall of many projects that despite their effectiveness do not have the goal of delivering financial services on an ongoing and sustainable basis.

4. Alternative collaterals and collateral substitutes
Poor people often lack traditional collateral. To overcome this obstacle many MFIs use other kinds of collaterals known as collateral substitutes and alternative collaterals. Group guarantee is an example of the former, while personal property such as equipment or jewellery are an example of alternative collateral that are not accepted as collateral by the traditional banking sector.

4.2 Savings
 
MFIs typically offer two types of savings accounts: voluntary and forced. Voluntary savings replicate the savings services provided by traditional commercial banks while forced savings serve as collateral for the loan. These accounts do not necessarily provide a return on deposit and are kept by the institution until the balance of the loan has been paid off.

The “first generation” MFIs only provided credit to their clients in the belief that it was the only service they needed. This assumption has been demonstrated to be wrong and the most important additional financial services that the poor need are saving services. Loans for setting up a microenterprise are useful only to people that have economic opportunities and entrepreneurial skills while more people need to save instead of keeping riskier assets or hiding cash at home. Table 4.1 summarizes the principal forms of informal savings and their respective appropriate financial product. Informal savings shown in the table have the main disadvantages of the lack of security and they do not provide returns such as interests. However keeping gold, land or other assets may protect from periods of high inflation typical of many developing countries.

Liquid accounts are flexible saving products often with no or small minimum balance but they usually do not provide or pay very little interests. Time deposit accounts, on the other hand, usually offer higher interest rate but clients have to leave their money in the account for a specified period of time.

Table 4.1 Informal savings and correspondent financial instruments

Microfinance institutions should provide a complete set of short, medium and long term deposit accounts, in addition to more liquid accounts. This to meet the diverse needs of liquidity and rates of return of the clients.
Savings will also attract more clients than loans alone and constitute an important source of funds for the institution. Furthermore it should also be a less expensive source compared to traditional commercial loans as for most MFIs it does not represent a big additional cost. This is due to the already available infrastructure required to collect savings (branches, trained staff, clients relationships).

Box 4.1 ProCredit Network





If deposit services are successfully implemented, the provision of these kind of services will also help MFIs to reach financial sustainability. Introducing savings facilities will better serve the clients’ needs, reducing the cost of capital and allowingm MFIs to accumulate resources for expansion. The main challenge for MFIs in establishing these services is the transformation of their corporate culture and also the involvement of the governments is equally important in the regulation and supervision of institutions taking savings from the public. Mobilizing savings is generally forbidden to NGOs and all the other MFIs that do not hold a special license. It is needed for every kind of financial institution in order to protect savers in case of the institution’s default and is particularly important for poor people who cannot afford to lose their money. To address these problems and overcome the requirement of the special license many MFIs offer saving services not directly but in partnership with a licensed deposit-taking institution, typically a bank.

4.3 Microinsurance

Low-income entrepreneurs, just like anyone else, are vulnerable to risks, such as illness, injury, theft, death, accidents and flood. This is why financial products to mitigate the effects of these risks are valuable for them.
Insurance is a financial service that some MFIs are starting to add to their portfolio to respond to this need of protection. Providing savings and insurance services besides credit make the MFI a full service financial institution delivering microfinance, i.e. a full set of financial services to low income people.To directly provide insurance MFIs need a special license and the requirements to be granted such a license are usually very strict: governments control insurance companies for the same reasons why they control the financial soundness of deposit taking institutions, the protection of the clients and the stability of the system. As the majority of the MFI do not satisfy these conditions, there are alternatives to the directprovision of insurance and the most common is a partnership with an existing insurance company. Insurance companies may not offer their products directly to poor people because they lack experience in this market segment: the MFI can fill this gap and work as an intermediary between the insurance company and its clients. Insurance products to the target group of microfinance institutions must be designed to fit their specific needs and protect their specific risks: they may include health insurance, livestock insurance and crop insurance. At present few MFIs are offering insurance services but as the industry grows they start to be included among the set of products offered.

4.4 Money transfer

Money transfer service is another critical financial service: the business of remittances, i.e. the money that emigrants send home to relatives, is growing strongly and is often managed by informal arrangements with high charges and high risks. Depending on the local regulation and costs this service can be delivered directly or in partnership with money transfer companies. MFIs owns the competitive advantage  of the relationship with their clients and such service can also be linked to other products or can be taken into account when calculating the repayment capacity of each client. There is the possibility to link remittances with credit products when remittances are not used for consumption but for production purposes, combining the different sources of funds. A study by Manuel Orozco showed that in 2002 the average fee to send between
US$150 and US$300 from the United States to Central America was on average 7.35 percent the value of the amount sent, to which must be added average additional costs of about 2.3 percent. The total average percentage paid on a transaction of US$150 was about 18 percent. These high charges are primarily due to a low competition in the market and this is why MFIs started to provide, together with the other traditional financial products, this valuable service for their clients.

»»  READMORE...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kata Mutiara

Jika Anda bisa membuat orang lain tertawa, maka Anda akan mendapatkan semua cinta yang Anda inginkan ~ Art Buchwald

Cinta bukanlah sumber kebahagiaan tetapi ketiadaan adalah sumber kesedihan ~Russel

Ketika kekuatan akan cinta melebihi kecintaan akan kekuasaan, maka dunia pun menemukan kedamaian ~ Jimi Hendrix

Cinta adalah tamu yang selalu datang tanpa undangan tapi kepergiannya tidak pernah diharapkan.Dan sesungguhnya hati akan merasa memiliki cinta apabila cinta itu telah pergi ~ Anonymous

Usia tidak melindungi anda dari cinta, tetapi cinta melindungi anda dari usia ~ Jeanne Moureau
»»  READMORE...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS